Rabu, 13 Maret 2019

Pengaruh Kualitas Cahaya pada Irama Sirkadian pada Gerakan Daun dari Tanaman berhari Pendek



Pengaruh Kualitas Cahaya pada Irama Sirkadian pada
Gerakan Daun dari  Tanaman berhari Pendek



penjelasan metode.

Kami melayani berbagai macam bentuk pembangunan rumah, ruko, gudang, gedung, dan renovasi... Kami melayani dengan cepat, tepat dan juga jelas... tidak perlu ragu untuk memakai jasa kami.. karena kami bekerja dengan jujur dan transparan... wilayah cakupan kami meliputi   JAWA TIMUR.. Nomor telpon : 082141107377

Teknik yang digunakan adalah teknik kultur serta merekam pergerakan daun pada yumbuhan. Ini merupakan salah satu metode yang valid dalam mengetahui gerak alamiah suatu tanaman berhari pendek yang disebabkan oleh irama sirkandian dan kualitas dari cahaya. Baik cahaya matahari maupun cahaya buatan lainya yang bertujuan untuk mengetahui komposisi cahaya terbaik dan lama penyinaran yang dibutuhkan dalam jenis tanaman berhari pendek tersebut.
Tanaman disimpan dalam ruang pertumbuhan selama 3 siklus cahaya 12 jam dan 12
hr gelap (LD 12:12) pada 21° celsius sebelum paparan dengan kondisi eksperimental. Singkatan dai LD adalah long day atau lama penyinaran. Yang dimaksud dengan 3 siklus cahaya 12 jam adalah 1 siklus cahaya dihitung 24 jam, dan lama penyinaran yang dimaksudkan adalah 12 jam. Jadi pada percobaan tersebut tanaman diperlakukan dalam pemberian cahaya selama 12 jam per 24 jam atau per hari. Dan penjelasan dari hr gelap atau hari gelap adalah lama hari dimana cahaya tidak menyinari tanaman tersebut. Dalam percobaan ini lama hari gelap adalah 12 jamk. Jadi perbandingan antara hari terang dan hari gelapa adalah 12 : 12 atau bisa diartikan 12 jam terkena cahaya dan 12 jam lagi tidak terkena cahaya. Suhu yang diatur dalam percobaan tersebut adalah 21 derajat celsius, dimana pada kondisi eksperimental atau lingkungan sebenarnya adalah bisa lebih dari 21 derajat atau bisa kurang dari itu.Sumber putihcahaya adalah lampu neon putih dingin (SylvaniaF9612 / CCW / VHO / L) dilengkapi dengan pijarumbi. Lampu neon putih dingin ini bermakna spektrum cahaya lampu yang tampak akan berwarna putih, bukan kuning seperti neon pada umumnya. dan juga disebut dingin karena, pada saat lampu tersebut dinyalakan tidak  akan membuat  suhu dalam ruangan tersebut meningkat. Berbeda dengan neon yang memiliki spektrum cahaya tampak berwarna kuning. Jika neon dengan warna cahaya kuning dapat menambah suhu ruangan ketika lampu dinyalakan. Penggunaan lampu neon putih juga ditujukan agar ruangan tidak mengalami fluktuasi suhu yang membingungkan, dan supaya fokus penelitian bisa tercapai dan hasilnya pun bisa maksimal.
lampu neon putih dingin tidak menunjukkan emisi di atas
700 mn / (24). Ini menunjukan dalam percobaan ini fokus energi cahaya lampu tidak terbuang begitu saja tetapi lebih tepat sasaran dalam menyinari tanaman berhari pendek tersebut. Pada percobaan yang dilakukan di tempat tertutup. Tanaman berhari pendek yang digunakan adalah Coleuts blumei X C. Tanaman tersebut dipilih karena sifat fisiknya yang mudah untuk diidentifikasi dan perawatan dari tanaman Coleuts blumei X C relatif lebih mudah dibandingkan tanaman yang lain. Selain itu fitokrom yang mempengaruhi gerak daun dalam irama sirkadian tanaman ini terbilang sangat aktif dan cukup sensitif sehingga peneliti yang menulis jurnal ini sepakat untuk menggunakanya.
Lokasi yang digunakan dalam percobaan ini adalah di ruang tertutup, dikarenakan menghindari adanya faktor ekstenal yang dapat mempengaruhi petumbuhan tanaman seperti adanya serangga penggangu dan lain sebagainya. Tanah yang digunakan dalam metode ini adalah tanah yang biasa ditumbuhi oleh tanaman jenis Coleuts blumei X C. Faktor lain seperti suhu di dalam ruang juga diatur, maka dari itu penggunaan neon dengan nyala pijar utama putih dimaksudkan agar tanaman dapat tetap menyerap cahaya, tetapi tidak ada perubahan suhu yang signifikan di dalam ruangan tersebut.

  plexiglass biru (0,125 ") ditransmisikan panjang gelombangdari 410-530 m, u; . di dalam pengamatan pertama ini ditunjukan bahwa plexiglas dengan warna biru disinari dengan energi yang sama dan ketebalan dari pexiglas 0,125 dapat menghasilkan panjang gelombang dari 410 sampai 530 panjang gelombang. Sedangkan pada pexiglass hijau yang disinari dapat dengan mudah menghasilkan panjang gelombang 480 sampai 580 panjang gelombang. Sedangkan pada percobaan ke 3 dengan menyinari pexiglass merah dapat menghasilkan 590 panjang gelombang. Sedangkan warna putih tidak dicoba karena panjang gelombang yang dihasilkan kurang sesuai dengan panjang gelombang minimum yang dapat dipakai tanaman untuk berfotosintesis. Maka dari ketiga percobaan diatas, diambilah panjang gelombang yang palaing rendah yaitu pexiglass biru. Tujuan dari pengambilan ini adalah untuk mengetahi seberapa aktif irama sirkandian yang menyebabkan pergerakan daun pada tanaman Coleuts blumei X C.  Setelah semua dipasang, maka ditambhkan sinar infra red yang bertujuan untuk menyetabilkan spetrum cahaya yang ada, dan sinar ini dapat digunakan untuk mendeteksi gerakan  yang terjadi pada tanaman yang ada. Selain persiapan infrared, penyiraman dan pengaliran air masih terus dilaksanakan dengan menaruh sanitasi dan aliran air 5 cm di atas permukaan tanaman. Pengamatan yang dilakukan selain melihat perkembangan dan gerakan yang muncul dari pohon, juga melihat bunga bunga yang keluar selama proses penelitian. Karena selain melibatkan daun, ternyata irama sirkadian juga banyak sekali terlibat dalam poses pembentukan bunga, dai pembentukan bagian bagian bunga, sampai pada poses penyerbukan berlangsung. Ada 2 kali pengamatan hasil yang akan dilakukan oleh peneliti, dan pada masing masing waktu akan dilakukan perlakuan yang berbeda dalam proses penyinaran, yang dirubah bukan intensitas cahaya,lama waktu penyinaran ataupun suhu di dalam ruangan, tetapi yang dirubah adalah jenis warna cahaya, yang dalam hal ini warna cahaya dipengaruhi oleh warna pexiglass. Tujuan dari pembedaan jenis warna  ini adalah untuk mengetahui kualitas dari suatu cahaya berdasarkan warna. Jadi peneliti tersebut ingin melihat seberapa besar kualitas suatu cahaya bila dibedakan dengan warna tertentu. Ini merupakan cara paling mudah, dikarenakan fakto lain tidak ikut dan fokus pada kualitas suatu cahaya dapat dipenuhi dengan baik.

Penjelasan hasil
 model dari Pittendrigh anid Minis untuk waktu periodisasi cahaya mekanisme measuirement (20) dapat diterapkan untuk tanaman a dan b) e digambarkan sebagai yang melibatkan 2 pigmen yang berbeda, dimana rhythmn sirkadian cahaya dipengaruhi oleh pigmen
(A yang menyerap biru dan merah, sedangkan
induksi photoperiodic dipengaruhi oleh sistem. Hal ini disimpulkan dari berikut ini
Hasil empiris menunjukan bahwa yang dominan di dalam pengaruh irama dari sirkadian adalah cahaya biru dan merah dan merupakan  panjang gelombang yang efektif, mengubah periode panjang dan pergeseran fase ritme sirkadian.
Di sisi lain kriteria operasional dariSistem R-FR efektif tidak puas di sini, yaitu sebuah
pembalikan efek lampu merah dan biru  tidak diamati. Phvtochrome terlibat dalam
proses pembungaan beberapa tanaman hari pendek(12, 14); Namun, tidak ada laporan dalam literatur tentang kontrol berbunga di Coleus.
dalam aplikasinya i lapangan 2 proses waktu penyinaran dipersingkat waktunya menjadi 20,5 jam. Terus menerus secara bertahap lama penyinaan dai kedua cahaya tersebut dikurangi, dan ada hasil yang diperoleh adalah : dari kedua percobaan hasil yang diperoleh adalah cahay biru lebih dapat memberi kontribusi positif dibandingkan dengan cahaya merah. Hal yang dapat diidentifikasi adalah pegerakan daun, pada irama sirkadianya dan pada sintesa protein yang dihasilkan. Dapat disimpulkan bahwa laju reaksi kimia yang ditimbulkan pada dua warna cahaya itu berbeda, yang memang secaa kualitas cahaya juga berbeda. Pada jahaya biru irama sirkadian lebih tampak, dan tanaman dengan cahaya biu mengalami reaksi  sintesa potein lebih cepat, sedangkan pada cahaya merah menyebabkan tanaman lebih lambat dalam menyintesa protein. Juga  irama sirkadian dan juga pergerakan daun menjadi lebih lambat dan sangat sedikit sekali nampak dalam pekembangan tanaman berhari pendek tesebut.
   Pengauh pada sistem pigmen
Selain bepengaruh pada irama sirkadian, tenyata kualitas warna cahaya juga bepengaruh pada sistem pigmen. Pigmen yang dominan muncul dalam cahaya biu adalah pigmen hijau atau yang kita kenal dengan kloofil. Sedangkan pada cahaya merah, sistem pigmen yang dominan adalah fucosiananin.

Penjelasan grafik.
Grafik petama menjelaskan tentang bagaimana wana cahaya dapat mempengaruhi kualitas cahaya. Seperti pada cahaya merah, cahaya hijau dan jahaya biru. Kesemua cahaya itu diukur kualitasnya dan tersajilah dalam bentuk grafik, diman cahaya merah dan biru memiliki kualitas yang hampir sama .
Grafik kedua menjelaskan tentang pengaruh pergerakan daun tanaman pada tumbuhan jika diberi cahaya yang berbeda warnanya. Dan juga pengaruh gelap terang cahaya pada pergerakan daun tanaman berhari pendek.
Grafik ketiga menjelaskan tentang aktifitas daun tanaman selama 1 hari berdasarkan warna cahaya yang diterimanya.
Grafik keempat menjelaskan tentang berjalanya irama sirkadian, dalam suatu satuan waktu.
Grafik ke lima menjelaskan tentang waktu standart irama sirkandian berdasarkan tempat tumbuhnya suatu tanaman.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar